OPSI 2012

Hingar bingar OPSI sudah dimulai lagi, sesi pendaftaran pun sudah dibuka oleh Panitia OPSI 2012. Dengan mengisi formulir registrasi dan dikumpulkan maksimal 1 Agustus 2012.
Setelah selesai mengisi formulir, segera cetak lembar pengesahan, bubuhi tanda tangan Anda dan Guru Pembina, lalu bersama dengan pas foto Anda, makalah + CD (file makalah) hasil penelitian Anda, kemas dalam amplop coklat lalu kirim ke alamat di bawah ini:

Panitia OPSI 2012
Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik
Direktorat Pembinaan SMA
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
Gedung F Lantai 1
Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan 12410

Selamat Ulang Tahun TSC

Tepat pada tanggal 27 Mei 2012 kemarin Teladan Science Club merayakan ulang tahunnya yang ke 29. Tanggal itu benar-benar spesial karena bertepatan dengan hari Ahad, sehingga bisa berbarengan dengan diadakannya sarasehan. Pada rangkaian hari ulang tahun TSC ini dilakukan juga bakti sosial ke Panti Asuhan Bina Siwi yang bertempat di kompleks balai desa Sendangsari, Pajangan, Bantul. Kegiatan bakti sosial ini selain memberi bantuan kepada panti asuhannya juga diadakan beberapa permainan guna menghibur penghuni panti asuhan Bina Siwi yang kebanyakan mengalami kekurangan. Kebahagiaan dibagikan kepada mereka, tertawa bersama, bermain bersama, kemudian bercerita walaupun pada kenyataannya mereka sulit untuk mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya karena mengalami kekurangan.
Kegiatan yang dilangsungkan pada 20 Mei 2012 ini dimulai pada pukul 12.30 WIB hingga 16.00 WIB. Meski senyuman berhasil merekah di wajah penghuni panti asuhan Bina Siwi namun tetap saja ada yang memunculkan raut wajah sedih. Beberapa dari mereka asyik dengan dunia mereka sendiri, bahkan ada yang sampai kejar-kejaran tak bisa dilerai. Walau kerap diselingi tangis namun kita tetap berusaha menghibur kembali.

Puncak acara hari ulang tahun Teladan Science Club adalah pada tanggal 27 Mei 2012, pada acara sarasehan HUT TSC #29. Sayang seribu sayang banyak fosil yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Maklum mereka sudah punya kewajiban sendiri-sendiri. Meski begitu, sarasehan tetap ramai dengan diawali games di samping lapbas semua dari mulai fosil hingga sel aktif ikut berperan aktif dalam games tersebut. Tidak ada kata malu dalam permainan yang dilaksanakan hingga dzuhur tersebut.
Setelah dzuhur games dihentikan kemudian acara dipusatkan di aula katamso untuk sharing-sharing pengalaman dari level tertua yang hadir kepada level yang masih muda. Pembukaan setelah itu dilanjutkan sambutan dari pembina TSC, ketua panitia, dan Ketua TSC sekarang. Setelah acara sambutan-sambutan dilanjutkan dengan makan siang dan kemudian sharing-sharing di depan meski sedikit yang mau sharing (dikarenakan yang datang juga sedikit). Sebelum sharing-sharing tadi juga diadakan potong tumpeng yang diwakili oleh satu ikhwan pada setiap level yang hadir pada sarasehan waktu itu. Walau pada akhirnya yang dimakan bukan nasi tumpeng, tetapi acara tetap meriah.

Siswa Bogor Menang di Kompetisi Sains Internasional


PITTSBURGH, KOMPAS.com — Seorang siswa Indonesia, Muhammad Lutfi Nurfakhri, meraih prestasi dalam kompetisi sains internasional di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, Jumat (18/5/2012).

Lutfi yang berasal dari SMN 1 Bogor, Jawa Barat, itu meraih juara ketiga untuk penghargaan jenis Grand Awards di bidang engineering electrical and mechanical atas  proyeknya tentang sensor optik pengukuran efisiensi pemakaian pupuk nitrogen pada tanaman padi. Atas pencapaiannya itu, Lutfi berhak atas hadiah uang tunai sebesar  seribu dollar AS.  "Saya enggak menyangka bisa menang. Juga tidak menyangka bisa ikut kompetisi ini. Akan tetapi,  saya tentu saja senang banget," kata Lutfi dengan mata berbinar-binar seusai menerima medali di kejuaraannya di David L Lawrence Convention Ceter, Pittsburgh, kepada Kompas.com. Ia berniat melanjutkan kuliahnya ke bidang elektro dan terus mengembangakan produk rancangannya itu.
Kompetisi tersebut, yaitu International Science and Engineering Fair (ISEF) yang di sponsori Intel atau dikenal dengan nama Intel ISEF, berlangsung dari 14 Mei 2012. Kompetisi tersebut berlangsung setiap tahun dan kali ini merupakan yang ke-63. Pada kompetisi kali ini tercatat 1.545 finalis dari 68 negara yang ikut serta. Mereka adalah para juara dari berbagai kompetisi lokal di beberapa negara dan kawasan. Dari Indonesia, selain Lutfi, ada lima siswa lain yang tampil dalam dua tim pada kompetisi itu. Mereka merupakan juara Lomba Karyara Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan LIPI tahun 2012.

Ada 17 bidang yang dikompetisikan, antara lain biokimia, kimia, ilmu komputer, matematika, rekayasa elektrikal dan mekanikal, manajemen lingkungan, ilmu lingkungan, mikrobiologi, energi, dan transportasi. Yang terbaik pada 17 bidang itu berhak atas hadiah uang tunai sebesar 5.000 dollar AS. Sementara itu yang terbaik dari 17 terbaik pada 17 bidang itu berhak atas hadiah uang tunai senilai 75.000  dollar AS. Terbaik kedua dan ketiga mendapat masing-masing 50.000  dollar AS. Selain jenis penghargaan Grand Awards, kompetisi ini juga memberikan sekitar 600 Special Awards untuk para peserta yang nilainya bervariasi, dari 500 dollar hingga 10.000 dollar.

Lutfi menempati posisi ketiga untuk kategori rekaya elektrikal dan mekanikal bersama 10 peserta lainnya dari beberapa negara. Sensor optik rancangan Lutfi menjanjikan akurasi pengukuran yang tinggi, dan kalau diproduksi secara massal harganya akan lebih murah daripada barang sejenis yang kini beredar di pasar.  Menurut Lutfi, alat ukur buatan Filipina yang banyak beredar umumnya akurasinya buruk karena sangat bergantung pada cahaya matahari. Ada alat lain yang lebih akurat, buatan Amerika, tetapi harganya sangat mahal, sekitar 1.500 dollar atau sekitar Rp 13.500.000.

Alat rancangan Lutfi bisa lebih akurat karena menggunakan dua sensor optik cahaya sehingga ketika ada fluktuasi cahaya dari luar, alat itu tidak terpengaruh. Harganya bisa lebih murah, sekitar Rp 800.000 jika diproduksi secara massal karena alat tersebut menggunakan sensor, bahan konstruksinya dari viber, dan pemogramannya gratis.

Juara utama

Peraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi ini adalah seorang siswa dari Cronwsville, Maryland, AS, bernama Jack Andraka (15 tahun). Ia mengembangkan metode baru pendeteksian kanker pankreas. Berbasiskan kertas tes diabetes, Jack menciptakan sebuah sensor ukur sederhana guna menguji darah atau urine untuk menentukan apakah seorang pasien menderita kanker pankreas tahap awal atau tidak. Hasil studinya menunjukkan akurasi lebih dari 90 persen dan bahwa sensornya 28 kali lebih cepat, 28 kali lebih murah, dan 100 kali lebih sensitif dari tes-tes yang sekarang ada.

Dua siswa lain yang menjadi terbaik kedua dan ketiga adalah Nicholas Schiefer dari Pickering, Kanada, dan Ari Dyckovsky dari Leesburg, Virgia, AS. Nicholas melakukan riset untuk apa yang ia sebutmicrosearch atau kemampuan mencari media informasi yang paling cepat berkembang, konten-konten berjumlah kecil, seperti tweet dan perubahan status Facebook. Melalui risetnya ini, Nicholas berharap dapat memperbaiki kemampuan mesin pencari, yang pada giliranya memperbaiki akses informasi.

Sementara itu Ari menyelidiki teleportasi quantum. Ia menemukan, sekali atom-atom dihubungkan melalui sebuah proses yang disebut 'belitan', informasi dari satu atom akan tampil dalam atom-atom lain ketika atom yang pertama dirusak. Dengan metode ini, sejumlah organisasi yang menuntut pengamanan data sangat ketat dapat mengirim sebuah pesan sandi tanpa harus menghadapi risiko pembajakan atau pencegatan karena informasi itu tidak berpindah ke lokasi baru.

Lahar Dingin Hantarkan Siswa SMA 1 Yogya ke Pittsburg


JAKARTA (KRjogja.com) - Hasil karya ilmiahnya tentang dam pemecah lahar dingin sukses mengantarkan tiga siswa klas 11 SMA 1 Yogyakarta yakni Aulia Azka Januartrika, Anas Mufid Nurrochman dan Amelia Nugrahaningrum ke Pittsburg, Amerika untuk mengikuti Intel International Science and Engineering Fair pada 13-18 Mei mendatang.
Penelitiaan yang mereka lakukan bertujuan untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan lahar dingin dengan cara membangun konstruksi dam yg berguna sebagai penahan aliran dingin sekaligus mempermudah kegiatan penambangan pasir vulkanik oleh masyarakat.
Selain ketiga siswa Yogyakarta ini, peserta Intel International Science and Engineering Fair adalah Muhammad Luthfi Nurfakhri dari SMAN 1 Bogor, pemenang 1 Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke -43 Tahun 2011 Bidang IPT dengan judul Digital Leaf Color Chart. Efa Fazriyah Haryono dan Marwah Zairah, pemenang II LKIR ke-43 Tahun 2011 Bidang IPT dengan judul Termite Resistant Rice Straw Paper with Soursop Leaves Extract.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh saat melepas enam siswa ini menyatakan dukungan positif terhadap keikutsertaan keenam siswa SMA itu untuk mengikuti kompetisi IIESF. "Skema IIESF merupakan sistem pembelajaran penelitian yang sangat baik untuk remaja. Saya sangat mendukung untuk adik-adik sekalian mengikutinya," ujarnya, Kamis (10/5).

FINAL LOMBA KARYA ILMIAH UNTUK SISWA SLTA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2012

Pada tanggal 1 Mei kemarin telah dilaksanakan final Lomba Karya Ilmiah Untuk Siswa SLTA se Indonesia yang di adakan oleh pusair-pu. Acara itu sendiri bertempat diRuang Sidang Lt 1 Puslitbang SDA, dimana acara tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Litbang SDA dan dihadiri oleh Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Puslitbang SDA, tamu undangan dan peserta lomba serta para guru pembimbing. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam memacu generasi muda untuk turut terlibat dalam usaha melestarikan sumber-sumber air, dan meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air serta memperkenalkan hasil kegiatan litbang sumber daya air kepada generasi muda.
SMA Negeri 1 Yogyakarta yang diwakili oleh Ezzat Chamudi dan Victa Ryza Catartika juga berhasil menjejakkkan kaki mereka hingga ke final dengan karya yang berjudul "Aplikasi IT : Media Informasi Penanggulangan Bencana Banjir Di Kali Code Yogyakarta". Walaupun pada awalnya mengirimkan beberapa karya, namun hanya satu yang bisa mencapai final dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Dengan perjuangan yang tidak mudah, tim ini berhasil merangsek masuk ke dalam daftar karya yang diperhitungkan dewan juri di sesi final. Dengan pengorbanan yang tak sedikit pula hingga harus mengalami jatuh bangun masuk UGD namun hasil perjuangan tim ini juga tidak bisa dianggap remeh. Pada tanggal 2 Mei kemarin diadakan pengumuman pemenang pada lomba ini. Pengumuman pemenang ini diikutkan dalam acara pembukaan Kolokium Puslitbang SDA. Daftar Pemenang Lomba kali ini adalah :
Juara I : SMA Cakra Buana Depok
Juara II : SMA Negeri 1 Yogyakarta
Juara III : SMA Negeri 2 Kudus
Harapan I : SMA Negeri 6 Yogyakarta
Harapan II : SMA Negeri 4 Kediri
Harapan III : SMA Negeri Sumatera Selatan
Harapan IV : SMK Negeri 1 Nawangan Pacitan
Harapan V : SMA Walisongo Gempol Pasuruan
Harapan VI : SMA Negeri 3 Semarang
Walaupun SMA Negeri 1 Yogyakarta hanya menempati posisi dua namun, itu cukup membanggakan mengingat perjuangan tim dari SMA Negeri 1 Yogyakarta ini sangat lah penuh dengan kenangan.

Juara I dari SMA Cakra Buana Depok dengan judul karya " Pemanfaatan Tetes Air Hujan Sebagai Energi Alternatif " menuai sedikit kritik karena dengan karya itu juagalah siswa yang sama dan sekolah yang sama berhasil menyabet medali perak OPSI 2011.Sehingga ada beberapa pihak yang menyatakan ketidak validan hasil penjurian. Namun di luar tragedi tersebut, tim SMA Negeri 1 Yogyakarta layak mendapatkan apresiasi karena berhasil membawa nama SMA Negeri 1 Yogyakarta. SELAMAT Ezzat Chamudi dan Victa Ryza Catartika, lanjutkan karya-karya kalian!!

MyPosts